Artikel Yang Paling Populer

Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Sunday, October 09, 2011

Keajaiban Backlink Gaib (Sedekah) Untuk Bisnis

| Sunday, October 09, 2011 | 50 comments

Salah satu amalan yang dianjurkan oleh Allah SWT adalah melakukan sedekah. Karena sedekah bisa mendatangkan berkah dan rizki. Saat ini lagi marak istilah backlink gaib yang dipopulerkan oleh sekolah.in. Istilah backlink gaib ini sendiri adalah amalan untuk melakukan sedekah. Penerapan backlink gaib ini sudah banyak dibuktikan oleh para pebisnis online dan hasilnya sudah mereka rasakan. Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut : Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?" Allah menjawab, "Ada, yaitu besi" (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi). Para malaikat pun kembali bertanya, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?" Allah yang Mahasuci menjawab, "Ada, yaitu api" (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api). Bertanya kembali para malaikat, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?" Allah yang Mahaagung menjawab, "Ada, yaitu air" (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air). "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?" Kembali bertanya para malaikta. Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, "Ada, yaitu angin" (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat). Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, "Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?" Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, "Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya." Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain. Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan. Kedahsyatan sedekah sudah tidak diragukan lagi.Sekecil apapun harta yang disedekahkan, Allah akan mengembalikan berlipat ganda. "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui," demikian firman-Nya (QS. Al-Baqarah [2] : 261). Itulah keajaiban backlink gaib, anda bisa terapkan dalam bisnis online dan dalam kehidupan sehari-hari anda.

Readmore..

Saturday, July 16, 2011

Lima Hikmah Menikah

| Saturday, July 16, 2011 | 20 comments



Anjuran telah banyak disinggung oleh Allah dalam al-Quran dan Nabi lewat perkataan dan perbuatannya. Hikmah yang terserak di balik anjuran tersebut bertebaran mewarnai perjalanan hidup manusia.

Secara sederhana, setidaknya ada 5 (lima) hikmah di balik perintah menikah dalam Islam.

Pertama, sebagai wadah birahi manusia

Allah ciptakan manusia dengan menyisipkan hawa nafsu dalam dirinya. Ada kalanya nafsu bereaksi positif dan ada kalanya negatif.

Manusia yang tidak bisa mengendalikan nafsu birahi dan menempatakannya sesuai wadah yang telah ditentukan, akan sangat mudah terjebak pada ajang baku syahwat terlarang. Pintu pernikahan adalah sarana yang tepat nan jitu dalam mewadahi ‘aspirasi’ nulari normal seorang anak keturunan Adam.

Kedua, meneguhkan akhlak terpuji

Dengan menikah, dua anak manusia yang berlawanan jenis tengah berusaha dan selalu berupaya membentengi serta menjaga harkat dan martabatnya sebagai hamba Allah yang baik.

Akhlak dalam Islam sangatlah penting. Lenyapnya akhlak dari diri seseorang merupakan lonceng kebinasaan, bukan saja bagi dirinya bahkan bagi suatu bangsa. Kenyataan yang ada selama ini menujukkkan gejala tidak baik, ditandai merosotnya moral sebagian kawula muda dalam pergaulan.

Jauh sebelumnya, Nabi telah memberikan suntikan motivasi kepada para pemuda untuk menikah, “Wahai para pemuda, barangsiapa sudah memiliki kemampuan untuk menafkahi, maka hendaknya ia menikah, karena menikah dapat meredam keliaran pandangan, pemelihara kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, hendaknya ia berpuasa, sebab puasa adalah sebaik-baik benteng diri.” (HR. Bukhari-Muslim)

Ketiga, membangun rumah tangga islami

Slogan “sakinah, mawaddah, wa rahmah” tidak akan menjadi kenyataan jika tanpa dilalui proses menikah. Tidak ada kisah menawan dari insan-insan terdahulu maupun sekarang hingga mereka sukses mendidik putra-putri dan keturunan bila tanpa menikah yang diteruskan dengan membangun biduk rumah tangga islami.

Layaknya perahu, perjalanan rumah tangga kadang terombang-ambing ombak di lautan. Ada aral melintang. Ada kesulitan datang menghadang. Semuanya adalah tantangan dan riak-riak yang berbanding lurus dengan keteguhan sikap dan komitmen membangun rumah tangga ala Rasul dan sahabatnya.

Sabar dan syukur adalah kunci meraih hikmah ketiga ini. Diriwayatkan tentang sayidina umar yang memperoleh cobaan dalam membangun rumah tangga.

Suatu hari, Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah, tak tahan dengan kecerewetan istrinya.
Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah-marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah.Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Beliau berkata, “Wahai saudaraku, istriku adalah yang memasak masakan untukku, mencuci pakaian-pakaianku, menunaikan hajat-hajatku, menyusui anak-anakku. Jika beberapa kali ia berbuat tidak baik kepada kita, janganlah kita hanya mengingat keburukannya dan melupakan kebaikannya.”

Pasangan yang ingin membangun rumah tangga islami mesti menyertakan prinsip kesabaran dan rasa syukur dalam mempertahankan ‘perahu daratannya’.

Keempat, memotivasi semangat ibadah

Risalah Islam tegas memberikan keterangan pada umat manusia, bahwa tidaklah mereka diciptakan oleh Allah kecuali untuk bersembah sujud, beribadah kepada-Nya.

Dengan menikah, diharapkan pasangan suami-istri saling mengingatkan kesalahan dan kealpaan. Dengan menikah satu sama lain memberi nasihat untuk menunaikan hak Allah dan Rasul-Nya.

Lebih dari itu, hubungan biologis antara laki dan perempuan dalam ikatan suci pernikahan terhitung sebagai sedekah. Seperti diungkap oleh rasul dalam haditsnya, “Dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah sedekah.” “ Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala?” Rasulullah menjawab, “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa, demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala.” (HR. Muslim)

Kelima, melahirkan keturunan yang baik

Hikmah menikah adalah melahirkan anak-anak yang salih, berkualitas iman dan takwanya, cerdas secara spiritual, emosional, maupun intelektual.

Dengan menikah, orangtua bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya sebagai generasi yang bertakwa dan beriman kepada Allah. Tanpa pendidikan yang baik tentulah tak akan mampu melahikan generasi yang baik pula.

Lima hikmah menikah di atas, adalah satu aspek dari sekian banyak aspek di balik titah menikah yang digaungkan Islam kepada umat. Saatnya, muda-mudi berpikir keras, mencari jodoh yang baik, bermusyawarah dengan Allah dan keluarga, cari dan temukan pasangan yang beriman, berperangai mulia, berkualitas secara agama, lalu menikahlah dan nikmati hikmah-hikmahnya. Wallahu A`lam.

Sumber : Hidayatullah.com
Sumber gambar :

Readmore..

Monday, February 22, 2010

Kekuatan Hasballah

| Monday, February 22, 2010 | 7 comments

Manusia tidak akan pernah mampu melawan setiap bencana, menaklukkan setiap derita, dan mencegah setiap malapetaka dengan kekuatannya sendiri. Mereka akan mampu menghadapi semua itu dengan baik, hanya jika menyerahkan semua perkara kepada Allah SWT.

Jika demikian halnya, maka kalimat hasbalah merupakan salah satu ucapan terbaik bagi yang senantiasa mengharapkan pertolongan-Nya. Kalimat hasbalah berbunyi Hasbunallah wa ni'mal wakil ni'mal maula wa ni'mal natsir (cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung).

Bacaan hasbalah itu pula yang diucapkan oleh Rasulullah SAW ketika sedang kesulitan akibat pengepungan selama beberapa minggu oleh pasukan Ahzab dalam perang Khandaq di Kota Madinah. Dengan bacaan tersebut, Rasul SAW dan umat Islam pun keluar sebagai pemenang.

Alquran mengabadikan peristiwa tersebut dalam surat Ali Imran [3]: 173, ''Yaitu orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, 'Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka.' Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, 'Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung'.''

Syahdan, tatkala Nabi Ibrahim AS dilemparkan ke dalam lautan api oleh para pengikut Raja Namrud bin Kan'an, ia mengucapkan Hasbunallah wa ni'mal wakil , dan api pun tiba-tiba menjadi dingin. Ini diberitakan oleh Rasulullah SAW, ''Akhir kalimat yang diucapkan oleh Ibrahim ketika dicampakkan ke dalam api ialah hasbunallah wani'mal wakil. '' (HR Bukhari).
Dikisahkan, ketika Nabi Ibrahim AS mulai dimasukkan ke dalam kobaran api, Jibril datang dan berkata, ''Apakah engkau butuh aku?'' Ibrahim menjawab, ''Kalau kepadamu tidak, tapi kalau kepada Allah, ya.'' Kemudian Allah SWT berfirman, "Kami berfirman, 'Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim'." (QS Al-Anbiyaa' [21]: 69).
Menurut Ibnu Katsir, kalimat hasbalah juga diucapkan oleh 'Aisyah RA ketika ia mengharapkan pertolongan Allah, di saat kabar bohong ( haditsul ifqi ) tentang dirinya beredar. Hal itu direkam dalam surat An-Nur [24]: 11-26).
Sejarah telah memberitakan kekuatan hasbalah yang diucapkan oleh para nabi dan orang-orang saleh, ketika mereka menghadapi cobaan besar ataupun fitnah yang berat. Kekuatannya melebihi kekuatan apa pun di dunia ini, serta menegaskan semangat tauhid pada diri orang yang mengucapkan. Yaitu bahwa hanya kepada Allah sajalah ia berserah diri, dan bahwa semua makhluk di sisi-Nya adalah lemah.

Sumber : republika

Readmore..

Wednesday, November 04, 2009

Perusahaan Qatar Akan Buat Film Tentang Nabi Muhammad

| Wednesday, November 04, 2009 | 29 comments

Seringnya Barat menyalahpahami Islam, membuat perusahaan Qatar berinisiatif membuat sebuah film tentang Nabi Muhammad. Barrie Osborne, yang pernah menjadi produser Lord of The Ring (LOTR) dan The Matrix akan memproduseri film ini. Biayanya tak tanggung-tanggung, sekitar Rp. 1,4 Trilyun.
Sesuai aturan di Islam, sosok Nabi Muhammad juga tidak akan ditampilkan oleh seorang aktor. Saat ini, rencana pembuatan film ini sedang diproses dengan pembicaraan yang dilakukan dengan pihak studio, agen pencari bakat, dan distributor di Amerika Serikat dan Inggris.
Pusahaan media Alnoor Qatar --yang akan membuat film ini-- menyatakan, pihaknya membutuhkan pemain-pemain dengan talenta internasional terbaik untuk tampil bermain dalam film tersebut.
"Alnoor Holdings sedang melakukan pembicaraan dengan studio, agen bakat, dan distributor di AS dan Inggris," kata Hashemi.

Acara peluncurannya dilakukan di Doha akhir pekan lalu. Tokoh ulama internasional Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi juga akan dilibatkan sebagai konsultan pada film ini.
Osborne, yang seorang veteran industri film lebih dari 40 tahun, mengatakan film ini akan menjadi "epik internasional yang bertujuan menjembatani produk budaya." "Film ini akan mengajarkan kepada orang-orang akan sebuah ajaran yang sebenarnya dari Islam," ujar Osborne, seperti dilansir Reuters, Senin (2/11).
Film direncanakan akan digarap tahun 2011. Diperkirakan film ini akan meraup biaya US$ 150 juta (Rp 1,4 Triliun).
Berbicara tentang film, Al-Qaradhawi menyindir bahwa ia berharap bahwa Osborne akan menjadi seorang Muslim pada akhir proyek.
Al-Qaradhawi mengatakan, distorsi gaya tentara salib terus mempengaruhi populasi dunia dalam melakukan pencitraan. Menurutnya, selama ini Islam tidak diberikan kesempatan untuk memperbaiki kisah-kisah palsu, sebagaimana orang Kristen telah menggunakan media.
Menurut Al-Qaradhawi, banyak kisah kehidupan Nabi Muhammad yang layak diangkat dan didokumentasikan. Mulai ternak hingga kehidupan pribadinya.
"Ada lebih dari 1,5 milyar Muslim di seluruh dunia, dan Islam adalah agama yang paling cepat berkembang di dunia. Kisah Nabi memiliki relevansi yang besar bagi Muslim dan non-Muslim, dan Alnoor sangat senang untuk mengumumkan sebagai proyek pertama kami," tambah Hashemi.
Sumber:hidayatullah.com

Readmore..

Friday, October 16, 2009

Rasa Malu

| Friday, October 16, 2009 | 16 comments

Rasa malu bagi seseorang merupakan daya kekuatan yang mendorongnya berwatak ingin selalu berbuat pantas dan menjauhi segala perilaku tidak patut. Orang yang memiliki watak malu adalah orang yang cepat menyingkiri segala bentuk kejahatan. Sebaliknya, yang tidak memiliki rasa malu berarti ia akan dengan tenang melakukan kejahatan, tidak peduli omongan, bahkan, cercaan orang lain. ''Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu,'' begitu mottonya.



Islam menilai, watak malu itu merupakan bagian dari iman. Dengan demikian, orang yang tidak mempunyai rasa malu adalah orang yang hilang imannya. Orang hidup bermasyarakat sudah tentu harus mendengarkan apa kata masyarakat tentang dirinya. Masyarakat tak pelak lagi sebenarnya mengetahui apa yang dilakukan anggotanya. Masyarakat pula yang berhak mengoreksi apa-apa kelakuan yang tidak baik atau tak pantas anggotanya. Bagi yang tak punya malu, omongan atau koreksi masyarakat akan dianggapnya angin lalu.

Ada sebuah ungkapan warisan para nabi, yang menyatakan bahwa sudah rahasia umum, orang yang hilang perasaan malunya tak lain dari orang yang sudah terbiasa berbuat kemungkaran dan kemaksiatan dalam segala jenis dan bentuknya. Ia mau melakukan kejahatan, kelaliman dan kekejian.

Rasulullah bersabda: ''Sesungguhnya, yang dapat diambil sebagai pelajaran dari para nabi terdahulu ialah, apabila kamu sudah tidak mempunyai perasaan malu maka berbuatlah semaumu;'' riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Itu berarti, orang yang demikian sulit untuk mau mawas diri, meski berhadapan dengan umpatan dan kecaman orang banyak pun.

Berdasar riwayat Ibnu Umar,
Rasulullah bersabda: ''Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung, bila berkehendak menjatuhkan seseorang maka Allah cabut dari orang itu rasa malunya. Ia hanya akan menerima kesusahan (dari orang banyak yang marah kepadanya). Melalui ungkapan kemarahan itu, hilang pulalah kepercayaan orang kepadanya.

Bila kepercayaan kepadanya sudah hilang maka ia akan jadi orang yang khianat. Dengan menjadi khianat maka dicabutlah kerahmatan dari dirinya. Bila rahmat dicabut darinya maka jadilah ia orang yang dikutuk dan dilaknati orang banyak. Dan bila ia menjadi orang yang dilaknati orang banyak maka lepaslah ikatannya dengan Islam.''(republika.com)

Readmore..

Monday, September 28, 2009

Miskin Karena Bersedekah?

| Monday, September 28, 2009 | 23 comments

Tidak ada alasan bagi orang beriman untuk enggan bersedekah. Sebab, kendati terasakan berat, bersedekah merupakan ciri paling kentara dari keimanan yang sahih. Untuk bersedekah, seseorang harus mampu mengalahkan perasaan owel (rasa kepemilikan) karena mengikhlaskan sebagian rezekinya untuk pihak lain. Jika tidak karena adanya keyakinan yang mantap atau harapan keuntungan yang kekal di akhirat kelak, sungguh seseorang akan enggan bersedekah.

Berbeda dengan amalan lain sebagai ciri keimanan yang sahih seperti shalat dan puasa. Pada kedua amalan yang lebih bersifat individual ini tidak perlu ada rasa bekorban kepemilikan, cukup dengan bekorban waktu selain kemauan. Untuk bersedekah ini sungguh terasakan lebih berat sehingga akan lebih jarang diamalkan dibandingkan dengan shalat dan puasa. Oleh karena itu, sekalipun seseorang sudah menjalankan shalat dan puasa tetap perlu dipertanyakan keimanan sahihnya jika yang bersangkutan masih tetap enggan bersedekah.
Dalam sejarah Islam kita kenal Fatimah Az-Zahra ra yang ikhlas bersedekah seuntai kalung warisan kepada musafir yang kehabisan bekal dan tiga hari tidak makan karena tidak ada lagi barang yang layak dijual. Dengan kalung tadi si musafir menjadi cukup bekal setelah menjualnya kepada Abdurrahman bin Auf ra.
Tetapi, begitu mengetahui keikhlasan Fatimah dalam bersedekah, segera Abdurrahman menghadiahkan kalung tadi kepada Nabi saw, ayahanda Fatimah, pemilik awalnya. Bisa ditebak, akhirnya kalung itu pun kembali ke tangan Fatimah setelah melewati tiga orang sebagai hadiah dan tercatat sebagai amalan sedekah.
Sungguh, bersedekah secara ikhlas akan mendapatkan ganti. Ini tidak saja ada dalam tarikh terdahulu. Dalam kehidupan nyata di lingkungan kita pun demikian halnya. Orang yang banyak bersedekah justru rezekinya melimpah, kehormatannya tinggi, dan harta kepemilikannya diakui bahkan dijaga keselamatannya oleh orang lain.
Agaknya belum pernah tercatat orang yang banyak bersedekah berakibat miskin. Sungguh dengan bersedekah kekayaannya bertambah, berlipat. Ibarat orang mendapat mangga, maka yang dimakan cukup dagingnya sedangkan bijinya harus disisihkan, ditanam hingga kelak akan menjadi pohon yang berlipat-lipat buahnya.
Untuk bersedekah, tidak ada ketentuan jenis barangnya (QS 2:267), tidak juga ditentukan jumlahnya (QS 3:134), tidak pula sasaran penggunaannya (QS 2:215). Artinya, benar-benar terserah sesuai kondisi orangnya. Itu jika bersedekah harta. Bagaimana jika kita kekurangan harta benda?
Hadis Nabi riwayat Bukhari-Muslim menyebutkan bahwa bisa juga bersedekah tanpa materi. Berzikir, berdakwah, mendamaikan perseteruan, berkata yang baik, membuang duri dari jalanan, membawakan beban orang lain, bahkan tersenyum pun bisa bermakna sedekah. Masihkah kita enggan bersedekah setelah kita mengaku beriman sahih? Wallahu a'lam bish shawab (sumber: republika.online.com)
Tutorial Blog-Blog Islam-Cara Membuat

Readmore..

Saturday, September 12, 2009

Ciri-Ciri Datangnya Malam Lailatul Qadar

| Saturday, September 12, 2009 | 20 comments


Sebagaimana kita ketahui Allah menurunkan Al Quran dalam bulan Ramadan dan malam turunnya Al Quran itu adalah malam qadar, malam yang penuh keberkatan sebagaimana disampaikan oleh Allah dalam firmannya:
“Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Quran pada malam Al Qadar dan tahukah kamu apa yang dimaksud dengan malam kemuliaan (Al Qadar) itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahterahlah (malam itu) sampai terbit fajar. " (QS.Al Qadr ayat 1-5)

Juga diriwayatkan oleh HR Bukhari dari Aisyah, Rasulullah bersabda:
“Carilah dengan hati-hati sekali malam Al Qadar itu di malam-malam yang ganjil dari puluhan yang akhir dari Ramadan.”
Dari firman Allah dan hadis tersebut di atas kita mengetahui bahwa malam Lailatul Qadar terjadi dalam bulan Ramadan pada malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Karena tidak ada seorang manusiapun yang mengetahui kapan malam yang nilainya sama dengan seribu bulan itu akan datang, terlebih lagi di negeri kita sering terjadi perbedaan penetapan awal Ramadan yang menyebabkan perbedaan jatuhnya hari-hari ganjil pada sepuluh hari terakhir.

Maka sebaiknya di setiap malam sepuluh hari terakhir itu kita selalu mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya malam Lailatul Qadar dengan memperbanyak ibadah, yaitu memperbanyak salat, istighfar, tahlil, tahmid dan ibadah-ibadah lainnya.
Banyak pertanyaan apakah ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar itu? Tentang ciri-ciri malam Lailatul Qadar banyak ulama yang bebeda pendapat, tetapi berikut ini adalah ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar yang sering diceramahkan ataupun dituliskan oleh para ulama:
Pertama, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) pada malam itu akan melihat seluruh benda dan makhluk di muka bumi ini bersujud kepada Allah.
Kedua, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) akan melihat semuanya terang benderang walaupun suasananya di tengah malam.
Ketiga, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) itu mendengar salam malaikat dan tutur katanya.


Keempat, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) itu dikabulkan segala doanya.
Dan kelima, orang yang mendapatkan Lailatul Qadar (keberuntungan pahala dari sisi Allah) itu tidak disyaratkan melihat tanda apa-apa.
Karena bulan Ramadan adalah bulan yang utama, bulan yang penuh berkat sebagaimana telah dijanjikan Allah, kiranya akan lebih baik kita memperbanyak ibadah terlebih lagi di sepuluh hari terakhir Ramadan dengan tidak usah mengingat ciri-ciri malam Lailatul Qadar.
Sumber:detik.com
Tutorial Blog-Blog Islam-Cara Membuat

Readmore..

Monday, September 07, 2009

Berbuat Baik Terhadap Orang Lain, Melapangkan Dada

| Monday, September 07, 2009 | 13 comments

Kebajikan itu sebajik namanya, keramahan seramah wujudnya, dan kebaikan sebaik rasanya. Orang-orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaat dari semua itu adalah mereka yang melakukannya. Mereka akan merasakan "buah"nya seketika itu juga dalam jiwa, akhlak, dan nurani mereka. Sehingga, mereka pun selalu lapang dada, tenang, tenteram dan damai. Ketika diri Anda diliputi kesedihan dan kegundahan, berbuat baiklah terhadap sesama manusia, niscaya Anda akan mendapatkan ketentraman dan kedamaian hati. Sedekahilah orang yang papa, tolonglah orang-orang yang terzalimi, ringankan beban orang yang menderita, berilah makan or-ang yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bantulah orang yang terkena musibah, niscaya Anda akan merasakan kebahagiaan dalam semua sisi kehidupan Anda!
Perbuatan baik itu laksana wewangian yang tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pemakainya, tetapi juga orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan manfaat psikologis dari kebajikan itu terasa seperti obat-obat manjur yang tersedia di apotik orang-orang yang berhati baik dan bersih. Menebar senyum manis kepada orang-orang yang "miskin akhlak" merupakan sedekah jariyah. Ini, tersirat dalam tuntunan akhlak yang berbunyi, "... meski engkau hanya menemui saudaramu dengan wajah berseri." (Al-Hadits) Sedang kemuraman wajah merupakan tanda permusuhan sengit terhadap orang lain yang hanya diketahui terjadinya oleh Sang Maha Gaib.
Seteguk air yang diberikan seorang pelacur kepada seekor anjing yang kehausan dapat membuahkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Ini merupakan bukti bahwa Sang Pemberi pahala adalah Dzat Yang Maha Pemaaf, Maha Baik dan sangat mencintai kebajikan, serta Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Wahai orang-orang yang merasa terancam oleh himpitan kesengsaraan, kecemasan dan kegundahan hidup, kunjungilah taman-taman kebajikan, sibukkan diri kalian dengan memberi, mengunjungi, membantu, menolong, dan meringankan beban sesama. Dengan semua itu, niscaya kalian akan mendapatkan kebahagiaan dalam semua sisinya; rasa, warna, dan juga hakekatnya. {Padahal tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya. Tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Rabb-nya Yang Maha Tinggi. Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.} (QS. Al-Lail: 19-21)
Sumber : La Tahzan

Readmore..

Saturday, August 29, 2009

Kepompong Ramadhan

| Saturday, August 29, 2009 | 8 comments

Semua amal anak Adam dapat dicampuri kepentingan hawa nafsu, kecuali shaum. Maka sesungguhnya shaum itu semata-mata untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya (Hr. Bukhari Muslim)
Pernahkan Anda melihat seekor ulat bulu? Bagi kebanyakan orang, ulat burlu memang menjijikkan bahkan menakutkan. Tapi tahukah Anda kalau masa hidup seekor ulat ini ternyata tidak lama. Pada saatnya nanti ia akan mengalami fase dimana ia harus masulk ke dalam kepompong selama beberapa hari. Setelah itu ia pun akan keluar dalam wujud lain : ia menjelma menjadi seekor kupu-kupu yang sangat indah. Jika sudah berbentuk demikian, siapa yang tidak menyukai kupu-kupu dengan sayapnya yang beraneka hiasan indah alami? Sebagian orang bahkan mungkin mencari dan kemudian mengoleksinya bagi sebagai hobi (hiasan) ataupun untuk keperluan ilmu pengetahuan.

Readmore..

Tuesday, June 16, 2009

Terimalah Hidup Ini Sebagaimana Adanya

| Tuesday, June 16, 2009 | 29 comments

Kenikmatan hidup itu singkat saja, bahkan sering kali diikuti oleh penderitaan.Hidup berarti tanggung jawab, sebuah perjalanan di mana perubahan terus berjalan dan kesulitan demi kesulitan datang silih berganti.
Anda tidak akan mendapatkan seorang ayah, ibu, atau teman yang terbebas dari masalah.Allah telah menghendaki dunia ini dipenuhi oleh dua hal yang selalu berlawanan, yaitu kebaikan dan kejahatan, kebenaran dan kesalahan, kebahagiaan dan kesengsaraan.Dengan demikian, kebaikan, kebenaran dan kebahagiaan adalah untuk surga, sedang untuk kejahatan, kesalahan dan kesengsaraan adalah untuk neraka
Rasulullah SAW, bersabda:
“Dunia ini bersama dengan segala isinya mendapatkan kutukan, kecuali, mengingat Allah, apa yang mengikutinya (perbuatan baik dan apapun yang Allah ridhai), orang-orang berilmu serta orang yang menuntut ilmu.”
Jadi hiduplah anda sesuai dengan realitas anda tanpa harus membayangkan kehidupan yang ideal, yaitu kehidupan yang terbebas dari kecemasan dan kesengsaran.Terimalah hidup ini sebagaiman adanya dan beradaptasilah dengan lingkungan disekeliling anda.Anda tidak akan mendapatkan di dunia ini teman yang tanpa cela atau situasi yang sempurna, karena kesempurnaan adalah hal yang sangat asing dalam kehidupan ini.Perlu bagi kita untuk mengadakan perubahan-perubahan, seperti melakukan sesuatu yang mudah dan meninggalkan apa yang sulit, dan melupakan kesalahan yang diperbuat oleh orang lain.

Kategori Islam

Readmore..

Saturday, May 30, 2009

Hidup itu Perjuangan

| Saturday, May 30, 2009 | 6 comments

Disuatu siang seorang pedangan asongan sedang istirahat di sebuah taman kota.Sambil menikmati semilir angin, matanya tertuju pada selembar daun yang ujungnya terdapat bungkusan kecil yang berwarna putih kecoklatan-coklatn.Baru kali ini pemuda itu mengamati secara serius fenomena kepompong yang waktu di desanya dahulu dapat di jumpai kapan saja.
Sudah sepuluh menit ia mengamati bungkusan kecil yang terus bergerak-gerak itu.Ia berfikir, alangkah beratnya perjuangan anak kupu-kupu yang berada dalam kepompong itu.Ia membayangkan, bagaimana kupu-kupu itu harus keluar dari lubang kecil yang besarnya tak melebihi lubang jarum itu?
Tak sabar, dan atas nama rasa ‘kasihan’ pengasong itu akhirnya mengeluarkan gunting kecil disakunya, lalu memotong ujungnya.Dalam hitungan detik, kupu-kupu itu keluar dari kepompong dalam bentuk tubuh gembrot dan sayap berkerut.Ia tunggu kupu-kupu itu terbang mengepakkan sayapnya.Tapi harapan tinggal harapan, sang kupu hanya bisa bergerak-gerak di tanah karena badannya terlalu gemuk dan sayapnya mengkerut, tidak mengembang.Hidup adalah kerja keras dan perjuangan.Siapa pun yang mengharapkan kesuksesan, harus merasakan terlebih dahulu pahit getirnya perjuangan dan beratnya kerja keras. Yang dimaksud kerja keras bukan sekedar membanting tulang dan memeras keringat, tapi di dalamnya juga terkandung pengertian memeras pikiran dan mengolah perasaan.Potensi fisik, akal, hati, dan ruhani didayagunakan seoptimal mungkin untuk meraih harapan dan cita-cita.Ditambah dengan doa dan tawakkal, insya Allah kesuksesan telah menunggu.
Setiap anak lahir diiringi dengan tetesan darah ibunya.Itu artinya, setiap anak manusia harus berjuang, bekerja keras, dan mau berkorban.Tidak ada yang gratis, tidak ada yang instand.Hidup kita baru memiliki arti jika ada keringat yang kita kucurkan.Ada air mata menetes.Jika perlu, ada darah yang keluar.
“Tidak sama antara Mukmin yang duduk-duduk (tidak ikut berperang) sedang ia tidak uzur dengan orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya.” (AnNisaa 4:95).
Dalam kehidupan nyata, betapa banyak kesalahan seperti yang dilakukan pedangan asongan tadi di atas.Masih banya orang tua yang tidak mau mendidik anaknya kerja keras dan kerja cerdas, tapi berharap anaknya sukses dikemudian hari.
Sudah dapat diduga, apa akibatnya jika”putra mahkota” diserahi kedudukan yang tinggi di perusahaan atau lembaga pendidikan atau di sebuah organisasi politik dan massa, semata-mata hanya karena dia adalah putra mahkota.Bukan karena kompetensi, kapasitas, dan kapabilitasnya.
Bersyukurlah jika saat ini kita sedang ditempa keadaannya, diuji oleh kondisi, dan dipaksa oleh nasib.Saatnya bagi kita untuk membuktikan bahwa janji Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWY) itu benar.Kita bekerja keras, berjuang, bersungguh-sungguh melakukan perubahan.Pantang mengeluh, pantang putus asa, dan pantang menyerah.
Meta dan morphe, demikian asal kata metamorfosis yang diambil dari bahasa Yunani untuk menunjukkan arti perubahan yang terjadi pada seekor kupu-kupu.Suatu perubahan menjadi lebih baik dari sebelumnya.Dari seekor ulat, menjadi kepompong, lalu berubah menjadi kupu-kupu.Perubahan semacam inilah yang dikehendaki oleh islam dengan istilah hijrah.

Oleh Ustadz Abdurrahman Muhammah (Pimpinan Umum Hidayatulah)

Readmore..

Saturday, May 16, 2009

Takut (Al-Khawf)

| Saturday, May 16, 2009 | 0 comments

Disebutkan didalam hadits dari Nabi saw.bahwa beliau bersabda,”Allah SWT menciptakan malaikat dengan memiliki sayap di timur dan sayap di barat.Kepalanya berada di bawah “Arsy” dan kedua kakinya berada di bawah bumi ketujuh.Ia memiliki bulu sejumlah makhluk Allah SWT.Apabila seseorang, laki-laki atau perempuan, dari umatku bershalawat kepada, Allah SWT memerintahkannya agar ia tenggelam di dalam lautan cahaya di bawah’Arsy.Ia tenggelam di dalamnya.Kemudian, ia keluar dan membentangkan sayapnya.Setiap bulunya meneteskan air.Dari setiap tetesan itu, Allah SWT menciptakan malaikat yang memintakan ampunan untuknya hingga Hari Kiamat.
Seorang bijak mengatakan, kesehatan jasmani terletak pada sedikit makan;keselamatan ruh terletak ada sedikit dosa; dan keselamatan agama terletak pada shalawat kepada manusia terbaik,Muhammad saw.
Orang mukmin adalah orang yang takut kepada Allah SWT dengan seluruh anggota badannya, sebagaimana dikatakan AL-Faqi Abu al-Layt, bahwa tanda ketakutan kepada Allah SWT itu tampak pada tujuh hal.Diantaranya sebagai berikut:

1.Lidahnya.Ia mencegahnya dari berkata dusta, menggunjing,memfitnah,menipu, dan perkataan yang tidak berguna.Sebaliknya, ia menyibukkan dengan zikir kepada Allah SWT,membaca Alquran, dan menghafal ilmu.
2.Kalbunya.Ia mengeluarkan dari dalam kalbunya rasa permusuhan, kedengkian, dan hasud kepada teman.Sebab hasud dapat mengapus kebaikan, sebagaimana sabda Nabi Saw;”Hasud memakan kebaikan seperti api membakar kayu bakar,”.Hasud termasuk penyakit berbahaya di dalam kalbu.Penyakit-penyakit kalbu itu tidak dapat di obati kecuali dengan ilmu dan amal.
3.Pandangannya.Ia tidak memandang makanan, minuman, pakaian, dan sebagainya yang di haramkan.Pandangannya pun tidak ditujukan kepada keduniaan dengan penuh kecintaan.Sebaliknya, ia mengarahkan pandangannya kepada sesuatu dengan mengambil pelajaran,tanpa memandang sesuatu yang tidak halal baginya.Mengenai hal itu, Rasulullah saw, bersabda,” Barang siapa yang memenuhi kedua matanya dengan pandangan yang haram, niscaya pada Hari Kiamat Allah SWT memnuhi matanya dengan api neraka.”
4.Perutnya.Ia tidak memasukkan ke dalam perutnya makanan yang haram, sebab hal itu merupakan dosa besar.Sebagaimana Nabi saw bersabda,”Apabila satu suap makanan yang haram jatuh ke dalam perut anak Adam, setiap malaikat di langit dan bumi malaknatnya selama suapan itu berada di dalam perutnya.Jika ia mati dalam keadaan itu, tempat kembalinya adalah neraka jahanam.”
5.Tangannya.Ia tidak menjulurkan tangannya pada sesuatu yang haram.Sebaliknya, ia menggunakanya pada sesuatu yang mendatangkan ketaatan kepada Allah SWT.Diriwayatkan dari Ka’ab al-Ahbar, ia berkata,”Allah SWT membangunkan sebuah rumah dari batu permata hijau.Didalam rumah itu terdapat tujuh puluh ribu rumah yang masing-masing memiliki tujuh puluh ribu kamar.Tidak ada yang dapat memasukinya kecuali orang yang meninggalkan setiap yang haram karena takut kepada Allah SWT.”
6.Kakinya.Ia tidak berjalan untuk berbuat kemaksiatan kepada Allah.Sebaliknya, ia berjalan dalam ketaatan dan keridhaan-Nya serta dalam bergaul dengan para ulama dan orang-orang salih.
7.Ketaatannya.Ia menjadikan ketaatannya semata-mata untuk mencari keridhaan Allah SWT serta takut akan riya dan kemunafikan.Apabila melakukan hal itu, ia termasuk orang-orang yang disebutkan Allah SWT di dalam firmannya:

Kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa (QS az-Zukhruf 43:35).
sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada di dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).(QS al-Hijr 15: 45)
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam surga dan kenikmatan (QS ath-Thur 52:17).
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam temapt yang aman.(QS ah-Dukhan 44:51)
Seakan-akan Allah SWT berfirman: Pada hari kiamat, mereka di selamatkan dari api neraka.


Dikutip dari buku Menyingkap Hati Menghampiri Ilahi, karya Imam Al-Ghazali

Readmore..

Sunday, May 03, 2009

Senyum

| Sunday, May 03, 2009 | 7 comments


"Senyummu terhadap saudaramu merupakan sedekah."
(Riwayat al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa sallam (SAW) adalah pribadi yang selalu tersenyum.Diriwayatkan dari Jabir dalam Shaih Bukhari dan Muslim, Jabir berkata,”Sejak aku masuk Islam, Rasulullah SAW tidak pernah menghindar dariku.Dan beliau tidakmelihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku,”.
Makanya, Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk tersenyum kepada saudara mereka.Ini menunjukan bahwa aktivitas tersenyum bukanlah hal yang remeh, apalagi sia-sia, bahkan sebaliknya.menunjukkan bahwa tersenyum itu sangat penting.
Pendapat itu didukung oleh para ahli.Majalah Psychology Today pernah menurunkan nasihat, dengan tersenyum orang lain yang baru mengenal bakal merasa nyaman untuk melakukan komunikasi.Dan ketika seseorang tersenyum, betapapun sedang tidak bahagianya orang tersebut, otak mereka akan mengeluarkan sejumlah zat kimia yang tak hanya meningkatkan sistem kekebalan tubuh, tapi sekaligus juga memberi daya daya angkat bagi kondisi psikologis seseorang.
Seorang psikolog di Universitas Michigan, Prof.James V.McConnel juga mengatakan bahwa, orang yang tersenyum cenderung mampu mengatasi, mengajar, dan menjual dengan lebih efektif, serta mampu membesarkan anak-anak yang lebih bahagia.Senyum itulah yang mendorong semangat.
Kesimpulannya, ternyata disamping baik untuk kondisi fisik dan psikis yang bersangkutan, senyuman juga memberikan dampak positif bagi orang lain.Pantaslah jika Rasulullah SAW menilainya sebagai bentuk sedekah.
Sumber:Majalah Hidayatullah


Readmore..

Thursday, October 25, 2007

Amanat

| Thursday, October 25, 2007 | 2 comments


Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; namun semuanya enggan memikulnya-yakni menolak untuk menerima; mereka khawatir akan mengkhianatinya-yakni mereka takut tidak dapat menunaikan amanat itu, lalu mendapat hukuman, atau mereka takut mengkhianatinya (QS Al-Ahzab [33]:72)
Al-Qurthubi berkata,"Amanat itu mencakup semua tugas suci agama, menurut pendapat yang paling sahih.Itu adalah pendapat mayoritas ulama, mereka hanya berselisih pendapat di dalam perinciannya."
Ibnu Mas’ud berkata,"Amanat itu adalah harta seperti titipan dan sebagainya."
Diriwayatkan bahwa itu adalah di dalam seluruh ibadah fardhu.Utamanya adalah amanat harta.
Al-Hasan berkata,"Amanat itu ditawarkan kepada langit, bumi, dan gunung; semua itu dan segala isinya bergetar: lantas Allah berfirman, "Jika engkau berbuat baik, Aku akan memberikan pahala kepadamu.Akan tetapi, jika engkau berbuat jahat, Aku akan mengazabmu."
Langit, bumi, dan gunung mangatakan,"Tidak."
Amanat itu berkaitan dengan keimanan.Barang siapa yang menjaga amanat Allah, Allah menjaga keimannannya.Nabi saw.bersabda,"Tidak ada keimanan bagi orang yang tidak menunaikan amanat;tidak ada agama bagi orang yang tidak memenuhi janjinya."Rasulullah saw,bersabda,"Tunaikanlah amanat kepada orang yang mempercayaimu, dan janganlah berkhianat kepada orang yang berkhianat kepadamu."
Didalam shahihayn disebutkan dari Abu Hurayrah r.a bahwa Rasulullah saw.bersabda,"Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga:Jika berkata ia berdusta;jika berjanji, ia menginkari; dan jika dipercaya, ia berkhianat."
Artinya, apabila seseorang mempercayai dengan suatu perkataan, berarti ia mengkhianatinya ketika menyebarkannya kepada orang lain.Apabila dititipi sesuatu, berarti ia berkhianat jika mengingkarinya;tidak menjaganya;dan menggunakannya tanpa izin pemiliknya.Jadi, menjaga amanat merupakan sifat para malaikat yang didekatkan, para nabi dan para rasul, serta akhlak orang-orang benar yang bertakwa.Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya (QS An-Nisa [4]:58)
Para musafir mengatakan,"Ayat ini mencakup banyak pokok syariat dan ditujukan kepada mukallaf yang menjadi pemimpin dan lainnya.Jadi, wajib bagi para pemimpin barlaku adil kepada orang yang teraniaya dan memberikan haknya sebagai amanat, serta menjaga harga kaum Muslim, terutama anak-anak yatim.Wajib bagi para ulama mengajarkan hukum-hukum agama kepada masyarakat awam.Itu adalah amanat yang harus dijaga oleh para ulama.Wajib bagi orang tua membimbing anaknya dengan pendidikan yang baik, karena itu pun amanat baginya.Nabi saw. Bersabda,"masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing akan dimintai pertanggungjawaban tentang kepemimpinannya."

Dikutip dari buku Menyingkap Hati Menghampiri Illahi karya Imam Al-Ghazali

Readmore..

Wednesday, September 12, 2007

Marhaban Ya Ramadhan

| Wednesday, September 12, 2007 | 4 comments


Dari lubuk hati kami yang paling dalam, kami sekeluarga mengucapkan.....

SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
MOHON MAAF LAHIR & BATHIN


Readmore..

Monday, September 03, 2007

Panduan Ibadah Ramadhan

| Monday, September 03, 2007 | 6 comments


Tinggal beberapa hari lagi para umat islam akan menjalani puasa.Tentu saja perlu persiapan-persiapan, baik jasmani maupun rohani.Sebagai panduan untuk persiapan tersebut, berikut saya berikan ebook yaitu Panduan Ibadah Ramadhan.ebook ini
mengakaji tentang Ramadhan, baik terkait dengan masalah tarbiyah, fikriyah, ruhiyah, maupun terkait dengan fiqihnya.Ebook ini saya dapat dari seorang teman dan saya postingkan ke Marchsya blog ini untuk sharing bagi yang ingin membacanya.Semoga bermanfaat!

Silakan anda DOWNLOAD DISINI jika ingin membaca ebook ini.


Readmore..

Wednesday, August 22, 2007

Siapa Diriku Sebenarnya?

| Wednesday, August 22, 2007 | 5 comments

dari judul diatas, mungkin kita akan bertanya-tanya, siapa sebenarnya saya?Apa yang saya cari sebenarnya?.Artikel ini aku dapatkan dari seorang teman melalui email dan sangat bagus untuk kita baca.judulnya "KNOWING YOURSELF, KNOWING YOUR HAPPYNESS" yang ditulis oleh Charlie. L.Mungkin artikel ini sudah pernah dimuat disalah satu situs atao blog, tapi ada baiknya saya mensharing lagi bagi yang belum pernah membacanya.

Berikut beberapa kutipan dari artikel tersebut:
Kita seumur hidup mengejar titel, mengejar sertifikat, mengejar nama, mengejar status, mengejar cinta, mengejar benda materi, mengejar pujian – semuanya untuk apa?
Kita selalu mengejar apa yang diinginkannya, karena hal itu dianggapnya sebagai ’cara’ untuk menemukan kebahagiaan. Padahal dengan kejar mengejar itu apakah semua itu membahagiakan dirimu? Senang sesaat mungkin. Tapi bahagia? Belum tentu.
Rasa resah, gelisah, cemas, tidak pede, tidak bahagia, gampang tergoyangkan tetap datang silih berganti, padahal sepertinya apapun yang kita inginkan selalu terpenuhi. Kebutuhan kita pun sudah tercukupi.
Penderitaan itu selalu ada karena keinginan yang tak pernah tercukupi. Keinginan berbeda dengan kebutuhan.
(”True Self” adalah jiwa yang dinyatakan dengan = Nafs al Muthma’inah = Jiwa yang tenang)

“Ya ayatuhan Nafs al Mutha’inah, ir’jii illa rabbiki radiyatam mardiyah fadh kuli ibadihi wadh kuli jannah” (Al Fajr 27-28)
Wahai Jiwa-Jiwa yang tenang, kembalilah pada Ku dengan ke adaan ridha (ikhlas / nrimo) dan di ridhai, maka masuklah ke dalam surga Ku. (Al Fajr 27-28)

Jika anda ingin mendapatkan seluruh isi artikel ini, silakan didownload DISINI

Readmore..

Friday, August 10, 2007

Enam Pintu yang Menutup Taufiq Allah SWT

| Friday, August 10, 2007 | 4 comments

1.Sibuk dengan nikmat dan lupa bersyukur kepada Allah SWT.

2.Kecintaan terhadap ilmu tidak dibarengi dengan semangat mengamalkannya.

3 Cepat berbuat maksiat lambat bertaubat.

4.Bergaul dengan orang-orang shaleh namun enggan meneladani.

5.Dunia meninggalkannya tapi justru ia mengejarnya.

6.Akhirat mendatanginya tapi ia berpalin darinya


Dari: Buletin Ar-Rahmah edisi 525


Readmore..

Monday, August 06, 2007

Satu Hati Dua Cinta

| Monday, August 06, 2007 | 4 comments

Suatu hari, Fudhail bin Iyad, duduk memangku anaknya yang berusia empat tahun.Sesekali dia mencium pipi anak itu sebagai ungkapan rasa sayangnya.Melihat kasih sayang yang ditunjukkan sang ayah, anak tersebut selanjutnya dengan polos bertanya,”Ayah, apakah engkau mencintai aku?”.
Fudhail kaget mendapatkan pertanyaan seperti itu dari anaknya.Dia kemudian menjawab,”Ya, anakku.Tentu, saja ayah sangat mencintaimu,”.
Sang anak kemudian melanjutkan pertanyaannya,”Apakah engkau mencintai Tuhan?” Fudhail kembali mengungkapkan jawaban yang sama,”Ya.”
Mendengar jawaban anaknya, ternyata pertanyaan sang anak tidak berhenti sampai disistu.Dia kemudian kembali bertanya,”Berapa hati yang ayah miliki?”
Dengan rasa penasaran yang menggunung akan maksud pertanyaan anaknya, Fudhail kemudian berkata,”Satu.”
Sang anak kemudian bertanya lagi,”Dapatkah ayah mencintai dua hal dengan satu hati?”.Saat itu pula Fudhail terhenyak.Ia sadar yang berbicara bukanlah anak kecilnya yang lugu, melainkan zat Yang Mahakuasa.Merasa malu, ia mulai memukuli kepalanya dan bertobat.Sejak saat itu, ia hanya persembahkan hatinya untuk Tuhan.

Dari: Kisah Teladan

Readmore..

Tuesday, July 24, 2007

Youtube atau Youtubeislam?

| Tuesday, July 24, 2007 | 8 comments


Siapa yang tidak kenal dengan YouTube?
Suatu situs penyedia film gratis terbesar di dunia.Hampir setiap hari situs ini diakses jutaan orang untuk sekedar melihat atau mendownload film yang tersedia di dalam.Film yang bisa di download pun bermacam-macam, mulai dari film tentang alam, sport, perang, film untuk ilustrasi dan sebagainya.
YouTube menyediakan puluhan hingga ratusan juta video yang setiap saat dapat di download yang mana video-video ini merupakan hasil upload dari para anggota YouTube itu sendiri.Dengan demikian menempatkan YouTube sebagai situs yang terpadat lalulintas aksesnya.Setelah dibeli oleh Google seharga 1,65 milyar dollar, YouTube akan semakin diakui oleh para pesaingnya.
Namun demikian bukan berarti YouTube tidak ada masalah.Masalahnya terutama pada hak cipta dari video-video yang di upload ke YouTube.Video yang di upload dan di sebarkan tanpa izin dari pemilik hak cipta.Bukan hanya itu saja, beberapa video yang di upload juga ada yang berbau pornografi.
Adalah YouTubeIslam bukan bermaksud menyaingi situs YouTube, tetapi situs YouTubeIslam ini dikhususkan untuk untuk film-filn yang tidak berbau pornografi dan kekerasan.Walaupun jumlah pengguna dan anggotanya masih sedikit, tapi situs ini terus akan berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi.Situs YouTubeIslam ini khusus menyediakan film-film tentang islam, seperti lagu-lagu islam, video debat Ahmad Deedat, video Harun Yahya, lantunan ayat suci Al-quran dari berbagai negara islam, dan banyak lagi.

Readmore..

Followers

 
© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com