Artikel Yang Paling Populer

Sunday, August 05, 2007

Bahasa Tubuh Pembohong

| Sunday, August 05, 2007 | 2 comments


Bahasa Tubuh
DR. Paul Ekman spesialis tentang ekspresi muka, emosi dan kebohongan mengatakan bahwa cara paling mudah mengenali pembohong adalah lewat bahasa tubuhnya. Karena menurutnya orang yang berbohong cenderung bersikap kaku dan tidak banyak bergerak. Kalaupun bergerak cenderung tidak lazimnya.
Mata, katanya, bisa menjadi sumber informasi, karena pembohong mencoba untuk menghindari sebanyak mungkin kontak mata dengan korbannya.
Selanjutnya, gerakan jari dan tangan bisa juga dipakai sebagai acuan. Menurut Pak Paul, tanpa sadar sang pembohong seringkali menyentuh muka, wilayah tenggorokan dan mulutnya sendiri, dan terkadang juga menggaruk-garuk hidung atau belakang telinga. Meskipun enggak gatel.
Salah Tingkah
Lainnya adalah soal kontradiksi kondisi emosi si pembohong atau singkatnya SALTING! Salah Tingkah. Biasanya ungkapan emosi dan tingkah laku dari sang pembohong, tidak lazim. Atau tidak nyambung dengan emosi. Misalnya saja dari mulutnya terlontar kata-kata manis tapi di saat yang sama raut mukanya terlihat kemarahan atau tegang. Selain itu ekspresi mulut penipu terlihat terbatas dan kaku.
Hal lain yang perlu juga diperhatikan adalah interaksi dan reaksinya. Orang yang merasa salah (dan menutupi kebohongan) cenderung bersikap defensif atau pasang jurus membela diri. Belum-belum dia sudah merasa akan diserbu. Pembohong biasanya merasa enggak nyaman berhadapan dengan orang yang dibohonginya. Posisi tubuhnya juga cenderung menyampingi lawan bicaranya. Ditambah lagi, tanpa sadar dia terkadang meletakkan barang atau apapun juga di antara kamu dan dia. Secara tidak sadar itu semacam cara memberi pembatas atau benteng.
Monoton dan Datar
Yang juga perlu diperhatikan kalau mau mengenali orang berbohong adalah mengenai isi dan konteks cerita yang disampaikannya. Jawaban si pembohong biasanya akan mengulang kata-kata yang kamu tanyakan. Misalnya saja kamu tanya: "Kamu mengambil kue Brownies dari lemariku yah?"
Dia yang nyikat Browniesmu akan berkelit dan jawab, " Enggak...aku enggak ngambil Brownies dari lemari kamu." Dan ketika ditanyai sesuatu, biasanya si pembohong akan berusaha menjelaskan jawabannya sampai sedetil-detilnya untuk meyakinkan kamu.
Kata Paul Ekman, nada suara si pembohong juga seringkali monoton dan datar, serta jawabannya terdengar seperti dumelan pelan.
Taktik Memergoki
Nah taktik lain untuk bisa memergoki dia berbohong atau tidak. Ketika sedang ngebahas topik yang "meragukan" itu (contoh Brownies tadi ) dengan orang tersebut, cobalah mendadak ganti topik lain. Pembohong yang sedang gerah .. akan merasa lega dan tertolong dengan perubahan topik. Tapi sebaliknya orang yang jujur, akan mempertanyakan sikapmu yang cepat berganti topik. Si jujur akan merasa terganggu dan bertanya kepada kamu, kenapa kamu mendadak ganti topik baru.
Nah itulah kurang lebih aspek-aspek yang bisa kamu perhatikan untuk mengetahui apakah seseorang berbohong atau tidak, yang ditulis DR. Paul Ekman. Sebagai penutupnya Pak Paul juga berpesan " Pada umumnya kita ada pilihan dalam hidup, kalau kita memilih untuk curiga terus dalam hidup mungkin hidup kita tidak akan teralu menyenangkan tapi kita tidak akan sering dibohongi. Atau kita bisa hidup dengan percaya ke sekeliling dan biasanya hidup akan lebih menyenangkan, tapi kadang kita harus mengalami kekecewaan karena mengetahui kita telah dibohongi".
Kalangan yang kemungkinan bisa kamu percaya adalah keluarga dan teman. Lebih baik kamu percaya mereka daripada mencari-cari kebohongan terus-menerus.

Sumber Artikel dari: http://www.ranesi.nl/

Followers

 
© Copyright 2010. yourblogname.com . All rights reserved | yourblogname.com is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com - zoomtemplate.com